rss search

next page next page close

Dijual Tanah Seluas 12000 m2 di Gedebage Bandung bisa Untuk Gudang Penyimpanan

Dijual :

Tanah sebesar 12.000 m2 atau 1,2 Ha

Letak Strategis :

- Dekat Jalan Tol, yang nantinya akan dibangun Exit tol di daerah gedebage.

- Dekat dengan Stasiun Gedebage yang notabene dipakai untuk Kereta barang.

- Pinggir Jalan Raya.

3

Penampakan Letak Tanah dari Google Map (klik untuk memperbesar)

Tanah ini sangat cocok untuk Gudang penyimpanan  atau Storage
Sekarang Tanah tersebut dipakai untuk Kolam pemancingan , seperti terlihat pada gambar dibawah

20150613_135246_Pano

Penampakan Kolam Pemancingan dari Pinggir Jalan (Klik untuk memperbesar)

 

20150613_135602_Pano

Penampakan Kolam Pemancingan dari Dalam (Klik untuk memperbesar)

Di gambar penampakan kolam terlihat di seberang ada Gudang-gudang besar, Memang lokasi ini strategis sekali untuk gudang penyimpanan, selain di pinggir jalan, juga letaknya dekat jalan TOL padaleunyi yang konon nantinya akan dibuat exit tol di sekitar sana. Juga dekat sekali dengan stasiun gedebage yang dikenal sebagai stasiun PETIKEMAS.

Berikut gambar lengkap lokasi tanah :

Penampakan Lokasi dari atas jalan Tol

Penampakan Lokasi dari atas jalan Tol (Klik untuk memperbesar)

1b

Penampakan Lokasi dari pinggir jalan raya (Klik untuk memperbesar)

1c

Penampakan Lokasi dari pinggir Jalan Raya (Klik untuk memperbesar)

PETA

letak

Untuk Informasi yang lengkap silahkan Hubungi :

Sigit Eko  087878496626

Email : sigitekos@gmail.com

BBM : 57DFCAE5


next page next page close

Pak Harto Blusukan

Saat Presiden Suharto Menyamar Menjadi Rakyat Biasa

Berita ini berasal dari majalah berbahasa jawa “Penjebar Semangat” yang terbit pada 4 Oktober 1976 dengan tagline “Tindake Pak Harto Nylamur Kawulo Awur Kawulo”. Dalam bahasa Indonesia, kurang lebih artinya ” Presiden Suharto Menyamar Menemui Rakyat”. Berikut ini adalah gambar halaman depan majalah Penyebar Semangat.
Pak Harto Blusukan
Perjalanan menyamar (incognito) Presiden Suharto  ini dilakukan tanggal 17-21 November 1976 ke beberapa daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Perjalanan menggunakan kendaraan darat tanpa diiringi para pejabat pemerintah, hanya sekelompok kecil pengawal dan staf. Rombongan kecil tersebut meninggalkan Jakarta menggunakan jeep. Pak Harto hanya didampingi Dan Satgas Pomad Kol. Munawar, ajudan Presiden Kol. Tri Sutrisno, dokter Kol. Mardjono dan Kepala Dokumentasi dan Mass Media Drs. Dwipojono.

Pak Harto Masuk Pasar

Dibawah ini adalah gambar Presiden Suharto saat masuk ke sebuah pasar di daerah Banyumas, Jawa Tengah. Presiden Suharto berdialog langsung dengan pedagang di pasar. Anggota rombongan tidak ada yang memperkenalkan identitas Presiden Suharto sesungguhnya. Pada waktu itu, para pedagang tidak tau jika mereka sedang berbicara dengan seorang Presiden. Karena penampilan Presiden Suharto memakai topi dan baju batik, mereka menyangka beliau adalah seorang mantri pasar. Dari kunjungan ini beliau mendapat gambaran harga kebutuhan pokok rakyat.

pak harto 1

Pak Harto Di Sawah

Di kabupaten Purwakarta, Pak Harto singgah dua kali, wawancara dengan petani-petani yang sedang menggarap sawah. Dari wawancara itu beliau mendapat keterangan langsung dari petani seputar penggarapan tanah, pemakaian pupuk dan hal-hal yang menjadi kesulitan para petani. Ketika singgah di sebuah Puskesmas, beliau menanyakan kepada para perawat mengenai program keluarga berencana dan pengelolaan Puskesmas. Setelah berkeliling seharian, Pak Harto dan rombongan menginap di pendapa Kawedanan Banjar, Kabupaten Ciamis. Sudah pasti kehadiran Kepala Negara yang mendadak itu membuat kalang kabut para pejabat setempat, seperti Camat dan Wedana karena tidak ada satu pun dari mereka yang diberi tahu mengenai rencana kunjungan Presiden tersebut.

pak harto 3

Pak Harto Di Sekolah Dasar

Pak Harto singgah di sebuah SD Inpres untuk mengetahui secara langsung kondisi sekolah dan proses belajar mengajar. Ada kejadian unik yaitu ketika beliau mengoreksi kesalahan salah seorang guru ketika menyampaikan pelajaran, namun apa jawaban Pak Guru tersebut? “Memang, ini untuk menguji tingkat keseriusan para siswa dalam menerima pelajaran”.

Pak Harto Di Bank Rakyat

Di sebuah Bank Rakyat Indonesia unit desa, Pak Harto menanyakan hal-hal seputar perkreditan untuk petani dan besarnya tunggakan kredit yang belum lunas. Beliau juga memberikan arahan langsung hal-hal teknis kepada pimpinan bank mengenai penanggulangan kredit-kredit dari petani yang masih menunggak. Setelah itu beliau menginap di kantor desa Sendangsari, 30 km sebelah utara kota Yogyakarta untuk persiapan melanjutkan perjalanan berikutnya ke Jawa Timur.

Pak Harto Meninjau Korban Banjir

Di Jawa Timur, Pak Harto menyinggahi tempat penampungan pengungsi korban banjir di kecamatan Pasirian kabupaten Lumajang. Beliau juga menengok dapur umum dan merasakan masakan yang akan dikirim kepada para korban. Pak Harto juga memberikan pidato sejenak untuk membesarkan hati para korban banjir yang sedang kesusahan. Presiden juga menganjurkan kepada para korban untuk bertransmigrasi ke luar Jawa, karena dengan bertransmigrasi akan lebih menyejahterakan para petani sebab lahan pertanian lebih luas daripada di pulau Jawa. Seusai melaksanakan serangkaian perjalanan penyamaran ini, rombongan menuju lapangan terbang Abdurachman Saleh, Malang untuk kembali ke Jakarta.

pak harto 4
Pak Harto Kecapean

Akhirnya ditengah perjalanan, Presiden Suharto pun merasa lelah. Beliau duduk di tanah  bersandarkan pagar yang terbuat dari bambu.

pak harto 5

Makasih artikelnya http://omayib.com

 


next page next page close

Gimana cara betulin Error di Office 2010: cannot verify the license for this product ..

Emang ganggu banget error di office seperti itu.. nanti nya kalo office di uninstall malah jadi gak bisa di install ulang.
Saya bernah ngalamin punya error seperti itu di Office 2010 padahal Office nya original.  Udah di repair atau diinstall ulang.. tetep kagak bisa..

setelah searching di google.. Ternyata cara benerinnya simple .. jadi intinya cuman butuh verify license aja.. gini cara nya :

1. Buka windows Start —> RUN

2. ketik CMD untuk membuka command promp DOS

3. ketik cd C:\Program Files\Microsoft Office\Office14 (untuk win XP ) kalo untuk win 7 silahkan cari folder office nya sendiri ya.

4. ketik cscript ospp.vbs /act tekan enter

Buka lagi Microsoft office nya .. dan gak ada error lagi.. yey..

Good luck


next page next page close
next page next page close

Ungkapan Dalam Mendidik Anak

Jika anak di besarkan dengan celaan, ia belajar memaki
Jika anak di besarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi
Jika anak di besarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah
Jika anak di besarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri
Jika anak di besarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri
Jika anak di besarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Jika anak di besarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri
Jika anak di besarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri
Jika anak di besarkan dengan pujian, ia belajar menghargai
Jika anak di besarkan dengan penerimaan, ia belajar mencinta
Jika anak di besarkan dengan dukungan, ia belajar menenangi diri
Jika anak di besarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan
Jika anak di besarkan dengan rasa berbagi, ia belajar kedermawaan
Jika anak di besarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan
Jika anak di besarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak di besarkan dengan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Jika anak di besarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran


next page next page close
thumbnail Forever Love zoom
next page next page close

Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak

ayahPada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil bertanya,

“Nak, apakah benda itu?”
“Burung gagak”, jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat,
“Itu burung gagak, Ayah!”

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat,
“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika.

Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada yang kesal kepada si ayah,
“Itu gagak, Ayah.”

Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.
“Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah bertanya soal hal tersebut dan saya sudah juga memberikan jawabannya. Apa lagi yang Ayah mau saya katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang kebingungan.
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya sebuah diary lama.

“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah.

Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya,

“Ayah, apa itu?”
Dan aku menjawab,
“Burung gagak.”

Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya soal yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.

“Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk anakku kelak.”

Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara,

“Hari ini Ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak 5 kali, dan kau telah hilang kesabaran serta marah.”

Lalu si anak seketika itu juga menangis dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat.

PESAN:
Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu, hormatilah mereka. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangimu di waktu kecil.Kita sudah banyak mempelajari tuntunan Islam apalagi berkenaan dengan berbakti kepada kedua orangtua.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita apalagi diamalkan???
Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah.


Dijual Tanah Seluas 12000 m2 di Gedebage Bandung bisa Untuk Gudang Penyimpanan

Dijual : Tanah sebesar 12.000 m2 atau 1,2 Ha Letak Strategis : - Dekat Jalan Tol, yang...
article post

Pak Harto Blusukan

Saat Presiden Suharto Menyamar Menjadi Rakyat Biasa Berita ini berasal dari majalah...
article post

Gimana cara betulin Error di Office 2010: cannot verify the license for this product ..

Emang ganggu banget error di office seperti itu.. nanti nya kalo office di uninstall...
article post

Mengeluh ? Lihat Video ini..

“Bangunlah sikap syukur dan syukurilah atas segala sesuatu yang terjadi pada diri Anda,...
article post

Ungkapan Dalam Mendidik Anak

Jika anak di besarkan dengan celaan, ia belajar memaki Jika anak di besarkan dengan...
article post
thumbnail Forever Love article post

Antara Ayah, Anak dan Burung Gagak

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan...
article post